KEAGUNGAN KALIMAT BISMILLAH

Habib Athos bin Hafidz, kakak kandung Habib Umar bin Hafidz pernah memberi nasehat,
"Apabila engkau mau mengerjakan sesuatu yang baik, maka bacalah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ....Mau duduk, bacalah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ....Mau berdiri, bacalah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ....Mau menyentuh suatu benda yang baik dan bagus, bacalah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ...Mau berkendaraan, bacalah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ...Mau memakai pakaian, bacalah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ...dan semua yang berhubungan dengan kebaikan, maka bacalah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ.

Fadhilatnya, InsyaALLAH, pekerjaan apapun yang baik jika didahului membaca بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, maka selalu membawa rahmat, membawa berkat dan Malaikat membentangkan sayapnya, Malaikat memintakan ampun untuknya dan dicatat oleh Malaikat 400 kebaikan. Setiap satu kali perbuatan baik yang didahului oleh بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ akan dicatat dengan 400 kebaikan."

Syeikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya'rawi berkata,
“Jikalau engkau terbiasa mengucapkan kalimat basmalah disetiap ingin memulai pekerjaan, maka nanti pada hari kiamat disaat engkau menerima lembaran amal perbuatanmu selama didunia, engkau akan memulai membacanya dengan kalimat basmalah sebagaimana kebiasaanmu didunia...
Kemudian tanpa engkau sadari, seluruh dosamu telah dihapuskan, maka engkau pun heran dengan apa yang telah terjadi (padahal engkau telah banyak berbuat kemaksiatan ketika didunia). Seketika itu terdengarlah seruan,
“Wahai hambaKu, sesungguhnya engkau telah memanggilku dengan Rahman dan Rahim (Maha Pengasih dan Maha Penyayang) maka aku hapuskan seluruh dosa-dosamu kerana sifatku yang maha kasih".

Rasululloh Shollallohu Alaihi Wasallam bersabda,
"Barangsiapa memungut Kertas yang bertuliskan :
'Bismillaahirrohmaanirrohiim' dari lantai, dengan niat agar kalimat itu tidak tercemari oleh kotoran, tidak terinjak, dan dilakukan karena mengagungkan Allah, maka Allah akan memasukkannya ke dalam golongan as Shiddiqin (para Waliallah yang selalu membenarkan Ajaran Allah) disisi-Nya, dan kedua orang tuanya diampuni"

Syekh Fariduddin al-Atthar di dalam kitab Tadzkiratul Auliya meriwayatkan kisah taubatnya Bisyr Al Hafi, seorang sufi besar, guru dari Imam Ahmad bin Hanbal. Masyhur dikisahkan bahwa Bisyr tidak pernah memakai alas kaki ke manapun berpergian. Karomah Bisyr yg terkenal adalah semasa beliau hidup tak ada seekor keledai pun yg membuang kotoran sembarangan di jalanan kota Baghdad. Padahal keledai adalah tunggangan masyarakat umum pada waktu itu. Allah seakan melarang binatang-binatang itu membuang kotoran di jalan untuk menghormati Bisyr al Hafi yg berjalan tanpa alas kaki.

Sewaktu muda, Bisyr adalah seorang pemuda berandalan. Hari-harinya diisi dengan bermaksiat, bermabuk-mabukan, dan kerap berbuat onar, serta mendengarkan musik ditemani para budak-budak wanita. Suatu hari dalam keadaan mabuk, ia berjalan terhuyung-huyung. Tiba-tiba ia temukan secarik kertas bertuliskan: "Biamillahirrahmanirrahim".
Bisyr lalu membersihkan kertas itu dari kotoran yg menempel, membeli minyak wangi untuk memerciki kertas tersebut kemudian menyimpannya di tempat yg tinggi di rumahnya.
Malam harinya Bisyr bermimpi mendengar suara yg amat jelas, "Demi KebesaranKu, Engkau telah mensucikan namaKu, maka akupun akan mensucikan dirimu di dunia dan di akhirat. Engkau telah mengharumkan nama-Ku, maka Aku pun akan mengharumkan dirimu di dunia dan di akhirat. Engkau telah meninggikan nama-Ku, maka Aku pun akan meninggikan dirimu di dunia dan di akhirat".

Ketika bangun dari tidurnya ia merasakan seluruh hasrat maksiat di dalam dirinya seakan hilang. Ia begitu ingin bertaubat dan kembali kepada Allah. Maka ia pun berpamitan kepada teman2 lamanya, “Sahabat, aku dipanggil, oleh karena itu aku harus meninggalkan tempat ini. Selamat tinggal! Kalian tidak akan pernah melihat diriku lagi dalam keadaan yang seperti ini.”

Sejak itulah, Bisyr berubah dan menjadi pribadi yang soleh dan bertakwa. Ia sibukkan dirinya dg menimba ilmu kepada para ulama dan bergaul dg orang2 soleh. Ia pijakkan kakinya di atas jejak tuntunan Rasulullah saw.
Berawal dari memuliakan Bismillahirrohmanirrohim hingga akhirnya Allah mengangkatnya sebagai salah satu kekasihnya.
-

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩

Posting Komentar