Bahaya Minuman Kemasan

Kemarin ngikutin berita Sapri 'Facebooker' meninggal krn diabetes. Kadar gula dia katanya udh 1000 lebih. Dulu bokap jg hampir lewat krn diabetes, daging busuknya di paha dibuang, dua tahun lebih pemulihan, kadar gulanya 300an. Gue bahkan ga tau kadar gula bisa sampai 1000 lebih.


Baca2 almarhum biasa minum minuman kaleng macam soda. Pokoknya minuman kemasan. Ditambah dengan pola makan yang berantakan dan gaya hidup kurang air putih dan tidur juga kayaknya.

Ini bikin gue sadar kalau pengetahuan soal kandungan gula di makanan kemasan itu privilege banget.


Gue sekeluarga 'bersyukur' ada pengalaman bokap kena diabetes jadi bisa evaluasi asupan gula. Tapi buat orang2 lain belum tentu. Jangankan yang dari ekonomi lemah, orang2 kelas menengah atas pun banyak yg ga aware soal horornya kandungan gula di makanan/minuman kemasan.

Gue pernah baca ada organisasi kesehatan di US yg usul untuk mengganti info kadar gula di produk kemasan jadi dalam sendok, bukan gram2an. Karena kalo gram2an masih suka ga ngeh ini banyak atau ga. Tapi kalau lihat ini ada 15 sendok gula, baru sadar ini banyak bgt gulanya.

Dan tentu saja usulan ini ditolak. Perusahaan ingin sebisa mungkin menyembunyikan fakta sebanyak apa gula yang mereka pakai di produk mereka.

Contoh soda ya. itu merk merah bahan pembuatnya itu dari daun yang disinyalir sebenernya mirip dengan opium. Aslinya rasanya pahit, karena awalnya bahkan dipasarkan sebagai obat. Makanya dia butuh gula banyak banget biar rasanya berterima.


Sedikit ilustrasi.

 
Bayangin itu kalau diminum TIAP HARI


Posting Komentar